Romansah
Senin, 18 Februari 2013
Sabtu, 24 November 2012
Kata indah kehidupan (benahi diri)
Tidak ada salahnya bervisi kecil, karena ketika visi kecil itu benar2 anda yakini maka tak lama kemudian sebuah visi besar akan berani anda bangun.
Robert Brault pernah berkata tentang arti dari sebuah usaha. Nikmatilah hidupmu
Robert Brault pernah berkata tentang arti dari sebuah usaha. Nikmatilah hidupmu
Minggu, 22 Juli 2012
JALINAN
![]() |
Bukan maksud hati menyakiti dengan sengaja
Kuhanya ingin mencoba berbagi kata tapi dalam canda
Namun tak kusangaka semua menorehkan luka
Kini kutersadar dalam permintaan kata
Maafkanlah aku insan yg yang tak luput dari alpa
Karena kutak bisa melihat semyumu sirna dari beranda kita
Karena kamu adalah teman sehati untuk selamanya
Jika Tuhan memberikanku pilihan diciptakan menjadi apa…
Aku takkan memilih menjadi mentari,
Karena ku hanya bisa menyinari dunia
tapi tidak dengan hatimu…kala berduka
Aku juga takkan memilih menjadi bulan ataupun bintang,
Karena ku hanya bisa membuat malam jadi indah
tapi tidak dengan hidupmu…ketika dilanda gelisah
Aku ….
akan memilih menjadi tangan dan kaki untukmu..
Ketika kau menangis …
Aku akan jadi tangan yang akan mengusap air matamu..
Ketika kau terpuruk …
Aku akan jadi kaki yang tak pernah lelah untuk menopangmu
ketika kau dalam penderitaan
aku akan menjadi kawan yang membawamu menuju jalan kebahagiaan …
ku hanya punya satu keinginan
jadikanlah aku tempat sandaranmu dari kesedihan
terbelenggu oleh sebuah tuntutan dalam keterpaksaan
jadikanlah aku teman sehati untuk selamnaya dalam seperjuangan
jalinan yang kurasa begitu indah
segala laku dan sapa kata selalu tercurah
yang selalu kuharap kita jalin dan bernilai ibadah
jalinan silaturrahim dalam ukhuwah
Yang membuat rasa ini penuh arti
Yang membuat jiwa melekat erat di hati.
Sebuah rasa persaudaraan tempat saling berbagi
Rasa nan begitu kuat dari dasar hati.
Rasa cinta terhadap sesama sebagai muslim sejati
Ramadhan :22-july-2012
Kamis, 19 Juli 2012
MARHABAN YA RAMADHAAN
Bulan Ramadhan akan tiba, kita sambut dengan bahagia, sukacita dengan penuh rasa ikhlas. Bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan keberkahan. Bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh segenap umat muslim di dunia. Karena didalam bulan tsb terdapat banyak pahala. Diskon pahala habis-habisan bagi umat muslim yang mau mengerjakan amal kebaikkan dan menjauhi nahi munkar. Dan yang tidak kalah hebatnya terdapat satu malam atau yang lebih dikenal lagi dengan LailatulQodr (malam seribu bulan).
LailatulQodr itu adalah kemuliaan sejak terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar. sebagaimana Firman Nya “KESEJAHTERAAN PADANYA (malam itu) HINGGA TERBITNYA FAJAR”. (QS Al Qadr).
jadi bukan suatu saat tertentu, tapi suatu malam tertentu, maka siapa saja yg beribadah di malam itu dihitung ibadah 1000 bulan.maka untuk memastikan kita mendapat LailatulQodr maka kita beribadah setiap malam, misalnya tarawih, tambah istighfar misalnya 1000X, tadarus an, alqur’an, maka pastilah salah satunya mengenai malam LailatulQodr.
jadi bukan suatu saat tertentu, tapi suatu malam tertentu, maka siapa saja yg beribadah di malam itu dihitung ibadah 1000 bulan.maka untuk memastikan kita mendapat LailatulQodr maka kita beribadah setiap malam, misalnya tarawih, tambah istighfar misalnya 1000X, tadarus an, alqur’an, maka pastilah salah satunya mengenai malam LailatulQodr.
namun di malam Lailatul Qodr itu ada yg disebut SA’ATUL IJAABAH, suatu saat yg cuma beberapa detik saja, yg barangsiapa berdoa saat itu pastilah dikabulkan Allah swt, saat2 mulia itu ada juga di setiap hari jumat, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.
siapapun bisa mendapatkan kemuliaan Lailatul Qodr, namun tentunya Ummat Muhammad saw yg rajin beribadah di malam ramadhan.
Subhanallah, Allah memberikan keistimewaan dibulan suci ramadhan dibandingkan dengan bulan2 yang lain. Insya Allah kita salah satu diatara manusia yang dapat rahmat dari Allah SWT. Amin..
Sebelum ramadhan datang, saya sebagai manusia biasa yang mempunyai banyak salah mengucapkan mohon ma'af atas kata-kata, sikap dan perbuatan yang dengan sengaja ataupun tidak sengaja melukai hati kalian semua..
Bukakanlah pintu ma'af kalian, semoga kita dapat memasuki bulan yang suci ini dengan penuh kesucian, keikhlasan dan kegembiraan..
MARHABAN YA RAMADHAAN...
MARHABAN YA RAMADHAAN...
Selasa, 10 Juli 2012
SABAR DALAM UJIAN
Ketika kita ditimpa musibah, bencana, atau keadaan yang sulit, banyak dari kita yang meratapi nasib dan menyalahkan Tuhan.
Kenapa harus saya yang mengalami ini?
Kenapa bukan orang lain saja?
Apa salah saya hingga Tuhan membiarkan saya mengalami musibah ini?
Bagaimana untuk melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini?
mengapa hidup orang lain kelihatan begitu mulus dan mudah? Tuhan tidak adil!
Depresi, kecewa, dan putus asa menghantui diri kita. Namun, jika di pikir kembali, bijaksanakah kita kalau selalu menyalahkan keadaan? Apakah masalah akan selesai jika hanya menyalahkan keadaan?
Tidak ada suatu apapun yang kebetulan di dunia ini. Segalanya telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Sekecil apapun kejadian itu, tentu merupakan kehendak-Nya. Tuhan selalu mempunyai alasan mengapa Dia memberikan keadaan demikian kepada kita. lihatlah, sesungguhnya Tuhan ingin Anda mempelajari hikmah dari kejadian tersebut.
Tuhan tidak akan memberi dugaan yang tidak boleh dhadapii oleh hamba-Nya. Karena itu, percayalah. Mengapa Tuhan memilih Anda untuk menjalani keadaan sulit yang kita rasakan, adalah karena Tuhan tahu bahwa kita mampu mengahadapinya. Jika orang lain yang mengalami apa yang kitaa alami, belum tentu mereka boleh sekuat kita saat ini.
Setiap kesukaran yang kita alami adalah kesempatan untuk mengasah kita menjadi peribadi yang lebih kuat. kesulitan mendapat pekerjaan sering kali membuat kita berfikir lebih keras, bagaimana cara memperoleh duit. Jika setiap masalah kita hadapi dengan fikiran positif, tentu hasil yang positif juga akan kita dapat.
Hidup adalah untuk menyelesaikan masalah. Meski kelihatan bahagia di luar, setiap orang pasti memiliki masalah sendiri. Ada seorang gadis berparas cantik dari keluarga berada. Apapun yang ia inginkan pasti dapat. Ia memiliki kekasih yang tampan dan prihatin ,di samping masih banyak lelaki lain yang juga memujanya. Bahagiakah hidupnya? Tidak! Kedua orang tuanya telah lama bercerai, jika bertemu pun sikapnya seperti kucing dan anjing. Masing-masing telah berkahwin lagi. Tak ingin memilih salah satu pihak, akhirnya si gadis dan adiknya yang masih sama, memilih untuk tinggal berdua saja.
Coba kita lihat orang-orang yang tampak bahagia. Pasti Ada satu sisi yang membuat orang itu merasa hidupnya tidak sempurna. Begitu juga dengan diri kita sendiri. Jika saat ini kita rasa mempunyai masalah, selesaikanlah dengan tawakal tanpa pernah mengeluh.
Itulah ujian yang Tuhan berikan sesuai dengan posisi kemampuan kita.
Itulah ujian yang Tuhan berikan sesuai dengan posisi kemampuan kita.
BINGUNG SAMA DIRI KU SENDIRI
Saya pernah. Kalau lagi kalut malah jadi lumayan sering.
Biasanya, saya bertanya-tanya seperti ini dalam hati:
Kok bisa jadi begini ya? Kok bisa-bisanya saya melakukan itu? Kenapa saya sempat berpikir kalau itu nggak apa-apa? Otak saya ditaruh mana sih waktu itu? Kok nggak dipakai???
Dilanjutkan dengan mengumpat sekedarnya.
Dan kemudian merasa bingung dengan apa yang sudah terjadi.
Lalu setelah terjadi berkali-kali, lahirlah kesimpulan yang semena-mena:
Ada satu sisi lain lagi di sini.
Satu bagian yang sepertinya sangat tidak puas dengan saya yang biasanya.
Bagian diri yang berpikir belakangan setelah bertindak.
Kemudian menjadi saya yang nggak mau manut begitu saja ketika diatur-atur seperti biasa. Saya yang maunya bebas melulu. Saya yang tidak keberatan jadi orang gila. Saya yang bisa menikmati ketidakwajaran yang biasanya dihindari.
Bagian diri saya yang bisa berpikir begini.
another part of me...?
Mungkin sebuah sisi yang berbeda secara agak ekstrim dari biasanya. Tentang lompatan-lompatan pemikiran, kelakuan-kelakuan terpendam, rahasia-rahasia yang tidak terkatakan, atau semacamnya.
Sesuatu yang disadari ada tapi lebih sering ditiadakan secara kasat mata namun tetap eksis di belakang sini.
Sisi lain dari diri, sisi yang dibagi dengan tidak merata pada beberapa orang yang tersangkut secara sengaja dan tidak sengaja. Sisi yang dibenci dan demi stabilitas lebih baik tidak diungkap. Sisi yang kadang menguat dengan sendirinya dalam kesendirian yang menyenangkan.
Sepertinya, saya terobsesi dengan ketidakjelasan hidup. Merasa senang berbincang tentang hidup yang abstrak, tentang sesuatu yang tidak punya sekat jelas, tentang sesuatu yang belum pasti atau mungkin tidak pernah pasti, tentang utopia, tentang celah pemberontakan dalam keteraturan, atau tentang sesuatu yang seperti itu.
Di satu sisi saya ingin jadi orang biasa yang sama seperti orang-orang biasa lainnya. Di sisi lain saya jenuh dengan stabilitas yang ada. Trouble addict, kata seorang kawan. Saya mungkin nggak akan bisa hidup tanpa masalah yang mengacaukan, begitu katanya.
Benar atau tidak saya nggak ambil pusing.
Inkonsisten.
Mungkin saya seperti itu. Meledak-ledak, kemudian tenang. Mengharapkan ketenangan, kemudian bosan dan membuat keributan. Berhati-hati agar tak bermasalah dengan orang lain, kemudian gusar dan kembali bermain api.
Stabil dan tidak stabil sekaligus.
Ingin jadi orang baik dan dengan cepat menjadi tidak peduli pada aturan untuk jadi orang baik dalam sekali jalan.
Tidak tahu mau apa.
Mungkin masih tersesat dalam ketidakdewasaan.
Kadang saya berpikir seperti itu. Kadang juga lupa berpikir.
Tapi kehidupan sosial tidak menerima kondisi seperti ini. Status sebagai makhluk sosial mengharuskan saya memilih satu diantara dua yang bertentangan.
Dan saya memilih karena saya tahu saya nggak bisa hidup sendirian.
Saya memilih. Walau kadang akhirnya saya sering terpeleset jalan. Paling tidak saya mencoba menstabilkan diri dengan yang namanya adaptasi. Menyingkirkan ketidaknyamanan yang timbul dan menerimanya sebagai bagian dari hidup yang “memang seperti ini”.
Kehidupan sosial untuk saya seringkali adalah kehidupan yang melelahkan. Harus begini dan begitu sesuai aturan. Ketersimpangan dari kondisi yang “biasanya” atau perbedaan diri dengan teori yang ada akan melekatkan cap gila. Itu yang saya terima dari lingkungan sosial.
Menjadi berbeda adalah biasa, tapi menjadi selalu berbeda adalah gila.
Sepertinya saya orang yang punya kebutuhan tinggi untuk diterima, sekaligus punya ketakutan tinggi tentang kondisi ditinggalkan. Menjadi ekstrim berarti menarik diri dari kemungkinan penerimaan orang lain. Memilih keekstriman berarti mengiyakan ketidakseimbangan, dan itu tidak boleh dipertahankan jika ingin diterima. Entah dari mana saya belajar seperti ini.
Atau lebih tepat, merasa bahwa kenyataan memang seperti ini.
Saya belajar bahwa untuk bisa diterima, saya tidak boleh meneriakkan semua yang ada dalam kepala saya begitu saja. Saya harus memilih dan memilah mengeluarkan apa untuk siapa dalam kondisi bagaimana dengan cara apa. Kadang-kadang, ini membuat saya menjadi manusia yang sukanya cari aman. Tidak mau ribut, dan lebih suka mengikuti maunya orang lain.
Dan setelah sekian lama, kondisi ini membuat saya jadi manusia yang muak pada dirinya sendiri yang seperti ini. Menjadi manusia menyedihkan yang sempat rela kehilangan eksistensinya dalam diri sendiri demi membuat orang lain senang dan menerima keberadaan diri.
Benar-benar kasihan.
Another me? Itu cuma candaan, sebutan saya untuk sisi lain dari cerita diri ini yang tidak banyak diketahui orang. Tidak keluarga, tidak teman-teman dekat saya, tidak juga orang terdekat saya. Kadang orang lain yang tahu. Orang lain yang benar-benar orang lain. Orang lain yang asing, yang baru saya temui atau bahkan tidak saya kenal. Orang lain yang tidak terkait secara langsung akan kebutuhan saya tentang penerimaan.
Saya masih seperti ini.
Berpikir dengan melompat-lompat tanpa arahan jalur. Bertindak dengan frekuensi lupa yang keluar batas toleransi. Bersikap semaunya. Memberontak pada cap orang lain tentang diri yang kelihatan. Membantah tapi tidak mengeluarkan bantahan. Bersembunyi di balik kesalahpahaman yang disyukuri. Merasa bersalah karena menipu dengan sengaja dan tertawa dalam tangis kemudian menangis dalam tawa.
Yang itu saya.
Yang ini juga saya.
Yang mana juga saya.
Tidak stabil. Tidak suka diprediksi.
Suka cari perhatian dengan cara kelewatan. Suka sok tahu tentang diri sendiri. Suka sok tahu juga tentang orang lain.
Menyebalkan. Senang menjadi menyebalkan. Mudah bosan. Mudah beralih dari kebosanan.
Begitulah.
kok bisa begini ea...
kok bisa begini ea...
Senin, 09 Juli 2012
KISAH DIBALIK MEMBACA BISMILLAH
Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan.Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya.
Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."
Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.
Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan."
Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.
Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.
Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."
Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.
Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan."
Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.
Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)




